Skip to main content

4 Langkah Cerdik Kelola Gaji Pas-pasan Biar Bisa Nabung

Ditulis Oleh admin.

Cara Mengelola Gaji Pas-Pasan Agar Bisa Menabung

Gaji bulanan habis sebelum tanggal tiba. Rasanya sulit sekali menyisihkan uang untuk ditabung di tengah keterbatasan penghasilan. Tapi tahukah Anda bahwa menabung sebenarnya tetap bisa dilakukan meski dengan gaji pas-pasan? Dengan strategi yang tepat, impian menabung dan merencanakan masa depan keuangan tidak mustahil untuk diraih.

Yuk simak cara jitu mengatur keuangan dengan gaji pas-pasan agar impian menabung dan meraih kebebasan finansial tidak hanya sekedar mimpi!

Mengelola Keuangan dengan Gaji Pas-pasan

Gaji pas-pasan merupakan kondisi di mana pendapatan bulanan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Dengan kata lain, penghasilan sama dengan pengeluaran. Kondisi ini tentu menyulitkan untuk menyisihkan uang untuk ditabung.

Namun, menabung tetap penting dilakukan meski dengan gaji pas-pasan. Menabung berguna untuk berjaga-jaga, investasi masa depan, atau tujuan finansial lainnya. Oleh karena itu, pengelolaan keuangan yang bijak diperlukan agar bisa menyisihkan sebagian uang untuk ditabung meski dengan gaji terbatas.

Beberapa prinsip penting dalam mengelola keuangan dengan gaji pas-pasan adalah:

  • Sesuaikan pengeluaran dengan pendapatan. Jangan biarkan pengeluaran melebihi pendapatan.
  • Prioritaskan kebutuhan pokok seperti makan dan tempat tinggal.
  • Batasi pengeluaran untuk hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu penting.
  • Manfaatkan promo dan diskon saat berbelanja.
  • Cari penghasilan tambahan jika memungkinkan.

1. Membuat Anggaran Belanja

Langkah pertama adalah membuat anggaran pengeluaran bulanan. Anggaran ini berfungsi untuk mengendalikan pengeluaran agar sesuai dengan pendapatan. Anggaran juga memastikan bahwa uang yang tersisa bisa ditabung.

Dalam membuat anggaran, pertama tentukan berapa penghasilan bersih (gaji ditambah penghasilan lainnya) per bulan. Kemudian, tentukan alokasi untuk:

  • Kebutuhan pokok bulanan:
    • Makan
    • Transportasi
    • Tagihan (listrik, air, wifi, dsb)
    • Sewa rumah
    • Kebutuhan rumah tangga lainnya
  • Tabungan
  • Cadangan darurat (jika memungkinkan)

Pastikan total alokasi uang untuk semua kategori tersebut tidak melebihi penghasilan bersih. Dengan begitu, anggaran tetap realistis dan terkendali. Lakukan penyesuaian jika diperlukan.

2. Menekan Pengeluaran yang Tidak Penting

Cara lain mengelola gaji pas-pasan adalah dengan menekan pengeluaran untuk hal yang sebenarnya tidak terlalu penting. Beberapa contoh pengeluaran yang bisa dikurangi:

  • Jajan dan makan di luar terlalu sering
  • Nonton bioskop
  • Traveling atau liburan yang mahal
  • Belanja pakaian atau barang mewah
  • Langganan aplikasi atau layanan yang jarang digunakan

Pengeluaran-pengeluaran ini sebaiknya dibatasi agar anggaran tidak melebihi pendapatan. Uang yang biasa dikeluarkan untuk hal-hal ini bisa dialihkan untuk ditabung atau kebutuhan lain yang lebih penting.

Disiplin dan konsisten dalam menekan pengeluaran non-prioritas sangat penting agar keuangan tetap stabil. Jangan mudah tergoda untuk berbelanja atau mengeluarkan uang untuk sesuatu yang sebenarnya kurang penting saat ini. Fokuslah untuk memenuhi kebutuhan pokok dan menyisihkan uang untuk tabungan.

3. Membeli Barang Sesuai Kemampuan

Saat membeli kebutuhan sehari-hari seperti makanan atau perlengkapan rumah tangga, pastikan untuk membeli barang yang harganya terjangkau dan sesuai dengan kemampuan keuangan saat ini.

Beberapa tipsnya:

  • Bandingkan harga barang yang sama di beberapa toko. Beli di toko yang lebih murah.
  • Manfaatkan promo dan diskon di supermarket atau minimarket. Beli barang yang sedang diskon.
  • Beli barang yang harganya sedang turun atau obral besar-besaran.
  • Fokus membeli barang kebutuhan pokok yang penting, bukan barang mewah atau sekunder.
  • Beli barang second hand atau bekas jika masih layak pakai.

Dengan membeli barang sesuai kemampuan keuangan, pengeluaran bisa ditekan sehingga anggaran tidak melebihi pendapatan.

4. Menghitung Pengeluaran dan Sisa Gaji

Lakukan perhitungan rutin terhadap total pengeluaran dalam 1 bulan dan bandingkan dengan gaji bulanan. Selisih antara gaji dan pengeluaran adalah sisa gaji yang bisa ditabung atau digunakan untuk keperluan lain.

Perhitungan ini penting untuk memantau apakah pengeluaran masih sesuai anggaran atau sudah melebihi pendapatan. Jika ternyata sisa gaji sedikit atau bahkan minus, artinya pengeluaran perlu dikurangi di bulan berikutnya.

Selain itu, hitung pula persentase pengeluaran per kategori (makan, transportasi, tagihan, dll) dari total gaji. Mengetahui distribusi pengeluaran membantu untuk mengendalikan anggaran lebih baik lagi.

Lakukan evaluasi pengeluaran dan sisa gaji setiap 1-2 minggu sekali agar bisa segera melakukan penyesuaian jika diperlukan. Konsistensi dalam melakukan perhitungan ini sangat penting untuk menjaga stabilitas keuangan.

Review Anggaran Secara Berkala

Anggaran perlu direview minimal setiap 6 bulan atau 1 tahun sekali. Hal ini untuk memastikan anggaran masih relevan dengan kondisi keuangan saat ini.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat review anggaran:

  • Apakah ada peningkatan pendapatan, misalnya dari kenaikan gaji atau bonus? Jika ya, alokasikan peningkatan pendapatan tersebut bijak.
  • Apakah ada pengeluaran rutin baru, seperti langganan baru atau cicilan barang? Sesuaikan anggaran dengan pengeluaran rutin terbaru.
  • Apakah ada perubahan signifikan pada pola pengeluaran selama 6 bulan/1 tahun terakhir? Jika ya, lakukan penyesuaian pada anggaran.
  • Pastikan persentase alokasi uang untuk kebutuhan, tabungan, dan lainnya masih tepat. Lakukan penyesuaian jika perlu.

Dengan melakukan review berkala, anggaran bisa tetap mutakhir sesuai kondisi keuangan saat ini.

Berutang Hanya untuk Kebutuhan Pokok

Jika terpaksa berutang karena gaji memang pas-pasan, pastikan pinjaman hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok, bukan keinginan. Selain itu, hitung kemampuan dalam membayar cicilan pinjaman setiap bulan agar tidak mengalami kesulitan keuangan.

Beberapa tips berutang yang baik:

  • Bandingkan bunga pinjaman dari beberapa lembaga keuangan. Pilih yang bunga rendah.
  • Hitung kemampuan membayar cicilan per bulan. Jangan memaksakan diri berutang dengan cicilan yang terlalu tinggi.
  • Fokuskan penggunaan pinjaman untuk kebutuhan mendesak seperti biaya berobat atau perbaikan rumah.
  • Hindari berutang untuk membeli barang konsumtif yang sebenarnya belum terlalu penting.
  • Bayar tepat waktu setiap bulan agar tidak dikenai denda.

Dengan menerapkan prinsip berutang yang sehat, pinjaman dapat digunakan untuk menutupi kebutuhan mendesak tanpa memberatkan kondisi keuangan dalam jangka panjang.

Kesimpulan

Mengelola keuangan dengan gaji pas-pasan bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan disiplin dan konsistensi dalam menjalankan strategi pengelolaan keuangan agar tetap bisa menabung.

Beberapa kunci utama yang perlu diperhatikan adalah membuat anggaran belanja, menekan pengeluaran non-prioritas, membeli barang sesuai kemampuan, rutin menghitung pengeluaran dan sisa gaji, serta berutang hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok.

Dengan menerapkan strategi yang tepat, menabung dan merencanakan masa depan keuangan tetap bisa dilakukan meski dengan gaji yang pas-pasan. Kuncinya adalah disiplin dan fokus untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan dalam setiap pengeluaran.