Skip to main content

Cara Menjadi Mitra Amartha dan Mengajukan Pinjaman Kelompok

Ditulis Oleh admin.

pinjaman kelompok amartha

Sejak 2010, Amartha menyediakan akses pembiayaan yang terjangkau, aman, dan mudah melalui skema pinjaman kelompok atau group lending.

Berikut penjelasan mengenai pinjaman kelompok di Amartha:

Apa Itu Pinjaman Kelompok Di Amartha

Pinjaman kelompok di Amartha adalah skema pembiayaan modal usaha yang didasarkan pada konsep Group Lending atau peminjaman secara berkelompok. Skema ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan dan potensi bisnis calon penerima pendanaan.

Calon penerima pendanaan perorangan diwajibkan membentuk satu kelompok kecil yang terdiri dari 10-25 orang. Kelompok ini akan bertanggung jawab secara kolektif atas pembayaran kembali pinjaman masing-masing anggota, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi bersama dan mengurangi risiko gagal bayar.

Bunga, Biaya Admin, Jumlah dan Tenor Pinjaman

Berikut informasi detail terkait dengan Bunga dan biaya admin untuk produk grup lending di Amartha

1. Bunga 

  • Bunga pinjaman kelompok di Amartha adalah 1% per bulan atau setara 12% per tahun.

2. Biaya Administrasi 

  • Amartha tidak mengenakan biaya administrasi kepada penerima pinjaman kelompok.

3. Plafon

  • Plafon pinjaman kelompok Amartha mulai dari Rp 1.500.000 sampai dengan Rp 3.000.000.
  • Amartha memberi pinjaman modal awal kepada UMKM sebesar Rp 3 juta.

4. Jangka Waktu

  • Masa pinjaman atau jangka pelunasan pinjaman kelompok Amartha adalah 3, 6 dan 12 bulan

Syarat Mitra & Pengajuan Pinjaman di Amartha

Syarat untuk mengajukan pinjaman di amartha anda harus terdaftar terlebih dulu sebagai mitra amartha.

Berikut adalah beberapa persyaratan untuk menjadi mitra agar bisa mengajukan pinjaman kelompok :

  1. Wanita prasejahtera usia 18-58 tahun, sudah atau pernah menikah.
  2. Wanita hamil dengan maksimal usia kandungan 5 bulan.
  3. Warga Negara Indonesia (WNI) dan wajib memiliki KTP.
  4. Memiliki rumah sendiri dan domisili sesuai KTP.
  5. Bersedia membuat kelompok yang terdiri dari 15-20 orang.
  6. Harus mendapat izin dari suami/penanggung jawab yang laki-laki dan berpenghasilan.
  7. Bersedia menghadiri pertemuan majelis bagi mitra seminggu sekali.
  8. Jarak rumah dengan majelis tidak lebih dari 500 m (Jawa) dan 1 km (Luar Jawa).
  9. Memiliki karakter baik, dapat dipercaya, dan tidak memiliki pinjol lebih dari 2.
  10. Bersedia tanggung renteng dan mengisi surat pernyataan.
  11. Sedang mengelola usaha milik sendiri atau baru akan memulai usaha.

Dokumen yang Dibutuhkan:

Selain itu, terdapat beberapa ketentuan tambahan terkait komposisi anggota dalam satu kelompok, seperti:

  • Maksimal 10% anggota kelompok yang baru memulai usaha.
  • Maksimal 5 orang dengan jenis usaha yang sama dalam satu kelompok.

Alur Proses Mengajukan Pinjaman Kelompok

Berikut adalah cara pengajuan pinjaman kelompok di Amartha jika syarat sudah terpenuhi:

  1. Tim Amartha akan menghubungi calon mitra untuk melengkapi validasi data awal (pendataan untuk mitra) dan memberikan informasi lebih lanjut terkait pinjaman kelompok.
  2. Jika lolos validasi awal, calon mitra diminta untuk membentuk grup yang terdiri dari 15-20 orang dengan domisili berdekatan.
  3. Petugas lapangan Amartha akan mengunjungi lokasi calon mitra yang akan dilakukan uji kelayakan (UKL) dan memberikan pelatihan wajib.
  4. Setelah layak dan mengikuti pelatihan, akad pinjaman akan dilakukan (pengesahan) dan dana pinjaman dicairkan langsung ke rekening masing-masing anggota majelis.
  5. Pertemuan majelis diadakan setiap minggu untuk membayar angsuran pinjaman dan iuran lainnya.

Hak dan Kewajiban Mitra

  • Mendapatkan pembiayaan sesuai kebutuhan dan kemampuan usaha
  • Menggunakan dana pinjaman untuk tujuan produktif
  • Membayar angsuran tepat waktu
  • Menghadiri pertemuan kelompok rutin
  • Menjaga solidaritas dan tanggung jawab kelompok

Dengan pilihan skema pinjaman kelompok, Amartha berupaya menyediakan layanan keuangan yang inklusif bagi pengusaha mikro, terutama perempuan, agar dapat memperoleh modal kerja, mengembangkan usaha, dan tumbuh bersama secara berkelanjutan. 

Pinjaman ini juga menjadi investasi sosial untuk memberdayakan masyarakat yang membutuhkan di pedesaan.